Health

Senyum Sehat Si Kecil Menuju Bebas Karies 2030

By  | 

Banyak dari kita yang belum menyadari bahwa penyakit gigi dan mulut dapat mengganggu pertumbuhan Si Kecil. Dari memengaruhi kualitas hidupnya, hingga menghambat asupan nutrisi Si Kecil. Padahal nutrisi adalah modal tumbuh kembang anak bangsa Indonesia agar menjadi pribadi yang sehat dan kuat. Hal itu dapat berperan dalam pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi di masa yang akan datang.

 

Bebas Karies 2030

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 2015 menargetkan anak Indonesia usia 12 tahun bebas karies (gigi berlubang) di tahun 2030 mendatang. Keputusan ini mendapat dukungan dari pihak pemerintah, swasta, dan masyarakat. Langkah awal untuk mewujudkan Indonesia bebas karies tahun 2030 adalah dengan melakukan tindakan pencegahan gigi berlubang kepada anak.

 

WhatsApp Image 2017-12-17 at 3.57.00 PM

 

“Banyak kasus pasien datang ke tempat praktek kami dalam kondisi pipi membengkak, sulit makan, kurang tidur. Terutama anak, hal itu bisa mengganggu tumbuh kembang, dan rutinitas belajar mereka. Anak jadi malas belajar, padahal untuk konsentrasi saja sulit. Bahkan ada kasus anak sakit gigi ternyata bakterinya sudah menyebar ke pembuluh darah, sehingga menyebabkan kematian. Orang tua seharusnya lebih memerhatikan kesehatan gigi dan gusi anak sejak bayi dan balita, jangan sampai terlambat!” Harap Dr. drg. eva fauziah sp.KGa (K), Ketua IDGAI Jakarta.

Ada banyak faktor yang menyebabkan mengapa hanya sedikit masyarakat yang memerhatikan kesehatan gigi mereka. Salah satunya adalah minimnya tingkat pendidikan, dan faktor ekonomi atau finansial dalam internal masyarakat. Sadar atau tidak, keterlambatan pasien memeriksa kondisi kesehatan gigi dan mulut mereka yang sudah parah adalah bukti minimnya sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut. Kondisi yang parah bisa dicegah dengan memeriksakan gigi secara rutin paling tidak 6 bulan sekali.

 

WhatsApp Image 2017-12-17 at 3.56.59 PM (1)

 

Dukungan Sektor Swasta Dalam Sosialisasi Program

Dalam merealisasikan Anak Indonesia Bebas Karies Gigi 2030, dukungan dari banyak pihak untuk menyukseskan program ini, bisa dikatakan adalah suatu kewajiban. Pemerintah tentu butuh partner dalam menjalankan roda program pemerintahan. Dan salah satu pendukung dari sektor swasta kali ini adalah Laznas BSM Umat yang bekerja sama dengan lembaga a dalam hal ini. Dengan menggandeng praktisi Ikatan Dokter Gigi Anak (IDGAI) DKI Jakarta, pada 17 Desember 2017 lalu digelar kegiatan pemeriksaan dan pencegahan gigi berlubang untuk anak-anak kaum dhuafa di TMII. Acara yang bertema “Pengabdian untuk Masyarakat IDGAI dan Laznaz BSM – Senyum Sehat Anak Bangsa, Menuju Indonesia Bebas Karies Gigi”  ini mendapat sambutan hangat dari para anak-anak dan pengurus yayasan yatim dhuafa. IDGAI Jakarta berharap, acara-acara seperti ini dapat dilakukan tidak hanya di Jakarta, namun juga dapat diikuti oleh IDGAI propinsi lainnya.

Selain melakukan pemeriksaan gigi gratis, para dokter gigi anak juga mengedukasi pemeliharaan kesehatan gigi dan tindakan pencegahan gigi berlubang pada anak. Direktur Philanthropy LAZNAS BSM Umat, Rudi Irawan menjelaskan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari kepedulian LAZNAS BSM Umat dan IDGAI Jakarta terhadap kesehatan gigi.

“Pernah ada penelitian bahwa sakit gigi mempengaruhi tingkat kerja seseorang, kesadaran pemeriksaan dan pemeliharaan gigi masih rendah, Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi mereka yang melakukan pemeriksaan gigi ” tandas Rudi saat konferensi pers berlangsung. (Tammy Febriani/KR/Photo: iStockphoto.com, various)

Shares