Relationship

5 Pertengkaran yang Terjadi Setelah Punya Anak

By  | 

Setiap pasangan pasti punya masalah dan kerap terjadi perdebatan, namun lima pertengkaran berikut hanya terjadi pada suami istri yang sudah memiliki anak. Penasaran? Yuk simak Mams, mungkin saja Anda dan pasangan juga mengalaminya kan?

  1. Salah satu dari Anda terlalu memanjakan anak. Hal ini memang kerap menjadi sumber masalah bagi pasangan. Jika salah satu dari Anda berdua memanjakan Si Kecil, pihak yang lain pasti merasa Anda telah mendidik anak dengan cara salah. Pertengkaran pun tak dapat dielakkan, apalagi jika memanjakan anak dengan materi seperti membeli mainan secara berlebihan. Oleh karena itu ada baiknya Anda berdua menyamakan visi dan misi terlebih dahulu dalam mendidik Si Kecil guna meminimalisasi pertengkaran.
  2. Hitung-hitungan dalam mengasuh anak. Nah yang satu ini kerap jadi sumber masalah, masing-masing pihak merasa ada ketidakadilan dalam mengasuh anak dan merasa lelah. Guna atasi hal tersebut, buat jadwal harian dalam mengurus Si Kecil, contohnya hari ini Anda yang memandikan anak, suami yang bangun malam, besok sebaliknya. Saat menyusun jadwal tentu sudah dapat terlihat apakah beban dari salah satu pihak lebih dari yang lain atau tidak.
  3. Kapan harus ke dokter. Saat anak sakit, keputusan apakah Si Kecil dibawa ke dokter atau tidak juga bisa jadi sumber pertengkaran. Salah satu pihak bisa jadi lebih santai namun pihak yang lain cepat panik. Ada baiknya hal ini dibicarakan dengan kepala dingin dan ambil keputusan dengan cepat.
  4. Perbedaan kata. Beberapa area tubuh yang sensitif membutuhkan kata khusus agar lebih sopan, contohnya penyebutan untuk alat kelamin. Biasanya hal ini menjadi sumber keributan karena salah satu pihak menamakan dengan nama yang menurut pihak lain tidak pantas. Agar tidak terjadi pertengkaran panjang, cari saja nama baru yang disepakati Anda berdua.
  5. Pemilihan sekolah. Hal ini juga kerap memicu pertengkaran, pasalnya tiap orang tentu punya pendapat sendiri mengenai pendidikan anak. Solusinya, ajak Si Kecil trial di masing-masing sekolah yang telah Anda berdua pilih, kemudian lihat reaksi Si Kecil dan pilih sekolah ternyaman baginya. Singkirkan ego Anda berdua ya Mams, ingat yang akan menjalani aktivitas di sekolah adalah Si Kecil. (Karmenita Ridwan/LD/Photo: Istockphoto.com)

Shares