Career

Berkarier di Perusahaan Start-up

By  | 

Bekerja di perusahaan yang masih baru pasti memiliki tantangan tersendiri, namun jika dikelola secara profesional dan Anda mampu menunjukkan kemampuan, bukan tidak mungkin karier Anda kian melesat. Nah sebelum Anda memutuskan bekerja di perusahaan start-up, lakukan hal berikut:

  1. Persiapkan ide segar Anda. Perusahaan start-up tentunya belum memiliki arah yang benar-benar pasti. Oleh karena itu, Anda dituntut mengeluarkan segala ide brilian guna membuat perusahaan memiliki tujuan, sistem kerja, serta flow yang jelas.
  2. Be innovative! Perusahaan baru juga menuntut kreativitas serta inovasi karyawannya. Maka dari itu Anda wajib ‘thinking outside the box’ agar perusahaan Anda memiliki ciri dan keunikan tersendiri dibandingkan dengan perusahaan serupa yang sudah lebih dahulu eksis.
  3. Negosiasi gaji. Pada umumnya perusahaan start-up menawarkan gaji cukup lumayan, terlebih jika Anda sudah memiliki skill di bidangnya. Namun Anda juga harus pintar negosiasi karena ke depannya Anda belum tahu bagaimana nasib perusahaan tersebut, sehingga Anda harus mengajukan angka yang tepat dan masuk akal saat negosiasi gaji.
  4. Tegas dalam menentukan scope of works. Perusahaan start-up tentu saja belum memiliki banyak karyawan sehingga ada potensi Anda juga dapat dikaryakan untuk pekerjaan di luar job description Dalam hal ini tentu saja Anda harus fleksibel namun juga tegas dalam menentukan mana yang sanggup dikerjakan dan mana yang tidak sejak awal.
  5. Jangan berharap tunjangan atau bonus. Perusahaan baru biasanya belum bekerjasama dengan asuransi kesehatan juga tunjangan lain seperti kendaraan juga bonus. Hal ini harus diperhatikan sejak awal, jangan sampai Anda merasa kesal di tengah jalan. Diskusikan dengan owner atau atasan megenai kompensasi untul hal seperti ini. Misalnya apakah ada tambahan uang tunai atau sistem reimburse ketika Anda harus memeriksakan kesehatan.
  6. Back-up plan. Bekerja di perusahaan start-up memang gambling, oleh karena itu harus diperhitungkan dengan matang jika ternyata perusahaan tak bertahan lama atau malah gulung tikar. Anda harus rajin menabung juga memperluas koneksi agar segera mendapatkan pekerjaan baru jika sewaktu-waktu Anda menemukan perusahaan sudah mulai dikelola tidak profesional atau justru ditutup untuk selamanya. (Karmenita Ridwan/LD/Photo: istockphoto.com)

 

Shares