Mind

Hati – Hati! Stress Memicu Depresi Kronis

By  | 

Data kolektif dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia tahun 2017 mengungkapkan bahwa penderita depresi di Indonesia adalah sekitar 3,7% dari total populasi atau sekitar 9 juta orang, atau 1 dari 4 orang mengalaminya. Yang perlu kita sadari, sebagian besar penyakit fisik sebetulnya disebabkan oleh gangguan psikologis (kecemasan, depresi ringan).

Sebagian besar gangguan mental berawal dari usia remaja, tetapi seringkali kita tidak menyadarinya. Regisda Machdy, founder pijarpsikologi¬†dalam acara “Lewat Jam Tiga” yang diselenggarakan oleh Gramedia Pustaka Utama, Sabtu (23/2/2019) mengungkapkan bahwa sebagai penyintas, dirinya pernah mengalami depresi kronis dan ingin mengakhiri hidupnya akibat putus asa. “Yang perlu disadari adalah gejala yang muncul dari fisik (sakit kepala, mual, sakit leher, konstipasi, atau kondisi apapun yang menyebabkan imunitas menurun) yang tidak kunjung sembuh seringkali awal dari gangguan mental, contohnya depresi ringan,” ujarnya.

I have to keep away from focusing on the pain

Berdasarkan online survey yang kami adakan kepada 100 narasumber, 80% diantaranya mengaku hanya memiliki momen me time selama 3 jam setiap hari saat membesarkan balita. Lelah secara fisik juga dapat memicu stres. Melalui acara yang sama Regis mengungkapkan, “Stres, depresi, dan depresi kronis/akut berada dalam satu garis lurus. Jadi kita semua perlu memahami bahwa kelelahan fisik yang terus mendera tidak bisa didiamkan. Melakukan jurnal pribadi akan kondisi kesehatan baik fisik maupun mental akan sangat membantu untuk mengenali diri sendiri.”

Anya Rompas, mama dari 1 orang anak yang turut menjadi narasumber di acara yang sama berbagi pengalaman tentang bipolar disorder yang Ia miliki sejak 4 tahun yang lalu, “Saya mendapatkan diagnosis tersebut setelah black out secara fisik sampai harus dilarikan ke IGD. Saat itu yang saya rasakan kepala pusing seperti tertusuk – tusuk, kaki kram, dan sekitar wajah rasanya kesemutan.”

Mother putting her baby to sleep

Di sela – sela kesibukan bekerja maupun membesarkan anak, ada baiknya mamas meluangkan waktu secara rutin untuk menikmati momen me time, bergerak di alam bebas, memperhatikan asupan nutrisi sehat bagi tubuh, serta berkomunikasi dengan pasangan/keluarga jika membutuhkan bantuan seperti yang disarankan Regis, “Kesehatan mental erat kaitannya dengan kesehatan pencernaan, ini yang seringkali kita tidak pahami. Jadi, yuk kenali kesehatan diri kita secara utuh, pastikan Anda mengonsumsi makanan penuh nutrisi yang baik bagi tubuh, meditasi atau perenungan ke dalam diri dapat membantu untuk menyediakan momen hening sehingga pikiran kita tidak akan terbebani hal – hal berat.”

Menyempatkan untuk beristirahat dan tidur juga akan membantu pemulihan stamina Anda, selain melakukan beragam aktivitas me time lainnya. Love yourself. (Nathalie Indry/KR/Photo: Istockphoto.com)

 

Shares