Mind

Yang Dapat Mama Pelajari dari Social Networking

By  | 
Mams, berapa kali dalam sehari Anda mengakses media sosial untuk berbagai keperluan, termasuk urusan parenting? Sebuah data yang ditunjukkan oleh Google Ad Planner mengungkap bahwa ternyata wanita lebih mendominasi dalam penggunaan platform ini, lho. Facebook COO Sheryl Sandberg juga mengatakan bahwa wanita cenderung lebih aktif di Facebook, dan 62% partisipannya lebih aktif dalam diskusi/obrolan mengenai tema tertentu; salah satunya adalah yang berkenaan dengan dunia motherhood. Selain menyadari beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan memposting status (Baca: Etika Sosial Media: Do’s and Don’ts)¬†ternyata ada beberapa hal positif yang bisa kita pelajari dari ajang social metworking ini lho, Mams.

1. Menghindari Judgement. 
Mamas tentu masih ingat akan perdebatan yang sempat terjadi antara working mom dan stay at home mom, ya. Sampai saat ini, topik tersebut masih juga ramai dibicarakan. Masing – masing pihak terkadang terasa saling menjatuhkan lewat status dan sindiran yang mengungkapkan bahwa kedudukan stay at home mom lebih mulia karena selalu dapat mendampingi tumbuh kembang Si Kecil. Well,nobody’s perfect. What we learned: Kebutuhan masing – masing anak & cara kita orangtua mengasuh mereka tentu berbeda. Posisikan diri tidak berada di kedua kubu, tetapi saling menghargai pilihan peran masing – masing. Dengan cara ini, Anda akan dapat menyikapi opini secara lebih dewasa.

2. Belajar Mengungkapkan Pendapat.
Jika mamas tidak memiliki banyak teman seperjuangan sesama mama, maka media sosial adalah platform yang tepat untuk mencari grup diskusi dan saling bertukar pendapat. Menurut studi yang dikemukakan dari BlogHer & iVillage, para wanita lebih sering memanfaatkan media sosial untuk terkoneksi dan mencari teman baru yang memiliki peran serta pengalaman serupa. What we learned: Anda dapat memanfatkan sosial media sebagai ajang diskusi untuk topik – topik krusial yang membutuhkan banyak opini dan masukan, seperti donor ASI atau rekomendasi produk.

3. Aktif dalam Kegiatan Positif.
Media sosial membiasakan kita untuk saling berbagi dan peduli terhadap aksi kemanusiaan melalui lingkungan terdekat. Masih ingatkah Anda ingat pada tahun 2012 Mama Valencia Mieke Randa melalui akun Twitter @Justsilly berhasil mengumpulkan donasi ratusan juta rupiah untuk membantu biaya pengobatan anak kanker? What we learned: Kini, sosial media berfungsi masif, kita pun dapat secara aktif berperan serta dalam melakukan aktivitas positif dan menjadi motor penggerak untuk berbagai kegiatan kemanusiaan. Tentu, hal ini akan memberikan contoh nyata kepada anak – anak dalam mengajarkan empati atau kepedulian terhadap sesamanya. (Nathalie Indry/KR/Photo: Istockphhoto.com)

 

Shares