Education

Tip Ajari Anak Atasi Keadaan Darurat

By  | 

Musibah dan bencana memang bisa datang kapan saja. Bisa jadi saat hal buruk terjadi, Anda sedang tak bersama keluarga, khususnya Si Kecil. Maka dari itu, tidak ada salahnya ajarkan anak untuk menyelamatkan diri kala sesuatu yang buruk terjadi. Bentuk musibah juga berbeda- beda sehingga Anda perlu menjelaskan satu per satu berbagai kemungkinan serta cara mengatasinya. Yuk simak!

  1. Selalu ajari anak mengingat nama anggota keluarga. Penting bagi Si Kecil mengetahui nama lengkap Anda, pasangan, juga saudara kandungnya. Lebih baik lagi jika ia juga menghafal nama lengkap kakek nenek serta saudara kandung Anda dan suami. Jika sesuatu terjadi pada keluarga inti, ia tahu harus menghubungi siapa. Bekali juga ia catatan nomor telepon dan alamat keluarga dekat, juga nomor telepon polisi dan keamanan terdekat.
  2. Waspada pada orang tak dikenal atau yang bukan keluarga. Tanamkan pada Si Kecil untuk selalu waspada pada orang tak dikenal maupun orang selain keluarga. Saat ia sekolah Anda sudah harus memberitahu Si Kecil siapa yang akan menjemput dan melarangnya ikut orang lain yang bukan Si Penjemput. Karena dewasa ini, bekas pekerja Anda atau orang yang dikenal juga perlu diwaspadai.
  3. Tetap tenang. Yang satu ini memang sulit, namun tak ada salahnya menjelaskan pada anak bahwa ketenangan sangat diperlukan kala sesuatu terjadi. Jelaskan padanya jika tenang ia bisa berpikir untuk melakukan sesuatu, sementara kepanikan justru akan membuat orang sulit berpikir jernih.
  4. Ajari untuk bela diri. Kini banyak institusi atau lembaga yang membuka kelas bela diri untuk anak. Tak ada salahnya mengikutsertakan Si Kecil dalam salah satu kelas bela diri guna membekali anak dengan kekuatan dan kepercayaan diri bila ada yang ingin berbuat jahat padanya.
  5. Bermain role play. Untuk mengatasi situasi darurat, cara mengajari yang mudah dicerna anak adalah role playing agar ia juga lebih merasakan experiencenya dibandingkan dengan Anda hanya menerangkan saja, contohnya
  • Kala kebakaran atau gempa. Saat kedua bencana ini terjadi, ajari Si Kecil lari dari rumah dan tidak perlu melihat ke belakang apalagi mencoba menyelamatkan barang kesukaan atau hewan peliharaan.
  • Saat ada orang mencoba masuk ke dalam rumah. Ajari ia menelepon orang terdekat atau polisi dan pihak keamanan. Bila tidak sempat, ajari ia bersembunyi di tempat yang aman dan jangan mengeluarkan suara.
  • Saat ia terpisah dari Anda. Ajari ia mencari orang berseragam dan bilang kalau ia terpisah dari Anda. Kala Anda sedang mengajaknya ke mal atau tempat umum lain, tunjukkan padanya seperti apa pihak keamanan yang dapat dimintai bantuan jika ia kehilangan Anda.
  • Teror dari orang bersenjata. Untuk mengatasi hal satu ini, ajari anak tiarap di bawah meja atau kursi serta tidak banyak bergerak. Jangan berpikir untuk melarikan diri saat teror terjadi karena justru akan menjadi sasaran. (Karmenita Ridwan/LD/Photo: Istockphoto.com)

Shares