Health

Bila Si Kecil Alami Hipospadia

By  | 

Biasanya, orangtua akan langsung cemas begitu mengetahui bahwa newbornya menderita hipospadia. Padaha, hipospadia merupakan kondisi yang sering dijumpai dan bisa ditangani kok, Mams. Berikut penjelasannya.

Apa itu Hipospadia
Hipospadia adalah kondisi dimana ujung uretra tidak terletak di ujung penis, penis membengkok (tertekuk) ke bawah, hanya separuh kepala penis yang tertutup kulup (seolah seperti sudah disunat), serta arah pancaran urine saat buang air kecil tidak seperti anak laki-laki lain. Padahal, seharusnya lubang tersebut berada di ujung penis.

Penyebab
Hipospadia adalah kelainan bawaan yang terjadi sejak lahir. Sama seperti cacat lahir pada umumnya, penyebab perkembangan abnormal pada penis ini belum diketahui dengan pasti.

Para pakar memperkirakan, hormon turut berperan. Karena saat berada di dalam kandungan, pembentukan penis pada janin laki-laki memang dipengaruhi beberapa hormon. Dan hipospadia terjadi bila hormon-hormon tersebut tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, bentuk uretra pun tidak normal sebagaimana mestinya.

Faktor genetik juga diduga mempengaruhi, walaupun bukan penyakit keturunan, namun bila salah satu keluarga ada yang mengalaminya, risikonya akan semakin besar. Risiko hipospadia juga bisa meningkat pada ibu yang hamil di atas usia 40, terkena paparan asap rokok, senyawa kimia seperti pestisida, atau pada kehamilan inseminasi buatan.

Penanganan
Anak dengan hipospadia umumnya dapat didiagnosis tidak lama setelah dilahirkan. Diagnosis ini bisa dilakukan melalui pemeriksaan fisik pada penis dan tidak membutuhkan tes-tes lain.

Namun pada hipospadia parah dibutuhkan pemeriksaan lebih mendetail untuk memastikan ada atau tidaknya keabnormalan pada alat kelamin anak. Karena itu, dokter akan menganjurkan pengidap untuk menjalani tes kromosom dan proses pemindahan area genital.

Meski positif didiagnosis hipospadia, belum tentu Si Kecil membutuhkan penanganan medis. Hal ini tergantung pada tingkat keparahan hipospadia yang dialami. Jika lubang uretra terletak sangat dekat dari lokasi yang seharusnya dan bentuk penis tidak melengkung, penanganan medis khusus kemungkinan tidak diperlukan. Tetapi jika lubang uretra berada jauh dari lokasi yang seharusnya, operasi pemindahan uretra perlu dilakukan.

Langkah operasi ini bisa dijalani kapan saja, tapi masa idealnya adalah saat anak berusia empat bulan hingga 1,5 tahun. Dalam prosedur ini, dokter bedah akan merekonstruksi saluran kemih pada lokasi seharusnya. Begitu juga dengan bentuk penis yang melengkung ke bawah karena pertumbuhan kulup yang tidak normal.

Perlu diingat bahwa jaringan dari kulup biasanya diperlukan dalam operasi ini. Karena itu, hindari proses sunat sebelum prosedur rekonstruksi ini dilakukan.

Bila operasi tidak dilakukan, anak akan mengalami kesulitan saat berkemih di toilet akibat arah pancaran urinenya yang abnormal. Juga, di saat ia dewasa nanti, hipospadia yang tidak diterapi dikhawatirkan bisa menyebabkan kesulitan dalam berhubungan seksual. (Tammy Febriani/LD/Dok. Istockphoto.com)

Shares