Parenting

Yuk, Perkuat Bonding Mama dan Si Kecil dengan Skin-to-Skin Contact!

By  | 

Bonding merupakan ikatan emosional yang intens antara mama dan Si Kecil, bahkan sejak dalam kandungan. Bonding memiliki peran penting yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Ikatan yang kuat dari mama membuat Si Kecil merasa aman, nyaman, mampu meningkatkan kepercayaan diri dan membangun identitas positif.

Namun di masa kini, terutama di kota besar, Mama kerap menghadapi situasi yang mungkin tidak nyaman, sehingga membuat bonding dengan Si Kecil menjadi sangat berkurang. Padahal Mama memiliki multi peran yang tak ternilai dalam menjaga keutuhan keluarga – baik sebagai ibu rumah tangga maupun mama bekerja. Rasa emosi yang muncul dari Mama sangat memengaruhi hal ini. Dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, tanpa disadari perasaan tertekan Mama dapat menular pada Si Kecil dan berdampak negatif pada pola asuh, pemenuhan kebutuhan anak, dan pembentukan kelekatan emosional antara mama dan Si Kecil.

Orissa Rinjani, Educational Psychologist mengatakan bahwa ada tantangan tersendiri ketika seorang Mama memilih bekerja. “Data menunjukkan, meski keterlibatan papa dalam proses pengasuhan meningkat, mama tetap memegang porsi dan peranan yang lebih besar terkait kebutuhan anak dan domestik. Oleh sebab itu, penting bagi para mama modern untuk menyadari dan menerima: tidak bisa semua yang kita harapkan sempurna di waktu bersamaan. Di waktu tertentu, Si Kecil bisa menjadi prioritas, namun di waktu lain, pekerjaanlah yang jadi prioritasnya,” ungkapnya.

Lalu seberapa penting sentuhan mama bagi Si Kecil? Berikut beberapa tips bonding melalui skin-to-skin contact antara mama dan Si Kecil sebagai pedoman para mams:

1.Mulailah skin-to-skin contact sejak awal. Saat mengandung hingga melahirkan, mama memiliki ikatan emosional yang unik dengan anaknya. Maka mulailah usapan atau pijatan lembut segera setelah masa kelahiran untuk membantu menguatkan ikatan emosional, sekaligus kehangatan yang dikenal dan akan diingat olehnya. Contohnya dengan menempatkan bayi di atas dada mama sehingga bayi mampu mengenali aroma tubuh dan mendengar suara detak jantung sang mama.

2.Jadwalkan ritual skin-to-skin secara rutin dan konsisten untuk meningkatkan bonding yang kuat dengan Si Kecil. Manfaatkan momen pagi dan sore hari setelah mandi, serta waktu sebelum tidur, lanjutkan dengan membalurkan balsam khusus bayi dan anak untuk memberikan kehangatan yang lebih lama pada area leher, dada dan perut di atas pusar searah jarum jam, ditambah dengan pijatan halus pada punggung.

3.Berbicara yang lembut pada Si Kecil, pilih waktu yang tenang dan perhatikan kenyamanan mama dan anak selama sesi skin-to-skin. Hindari kebisingan atau kegaduhan yang dapat mengganggu momen tersebut. Usapan tangan mama, ditambah dengan suara mama, dapat memberikan rasa nyaman dan aman pada Si Kecil.

4.Menyusui sambil memeluk atau bersenandung. Menyusui adalah cara paling efektif lain untuk menjalin ikatan batin yang kuat antara mama dan Si Kecil setelah persalinan. Apalagi bila itu dilakukan sambil memeluk, mengelus, dan bersenandung. Bersenandung bisa menjadi cara supaya Si Kecil mengenali suara mama. Lakukan sambil menatap mata bayi dengan limpahan kasih sayang.

“Sentuhan positif dari orang-orang terkasih, seperti menepuk, membelai, berpegangan tangan, menggelitik, memeluk, mencium dan membimbing anak secara fisik, terbukti dapat meningkatkan keintiman dan kedekatan psikologis dan fisik antar individu,” jelas Orissa.

Jadikan momen ini sebagai a touch to remember dan tak tergantikan bagi Si Kecil. Kehangatan ini dapat menjadi fondasi rasa aman, percaya diri, dan warisan untuk Si Kecil di masa depan nanti. (Tammy Febriani/KR/Photo: Doc. various)

Shares