Parenting

Cara Google Tingkatkan Kemampuan Baca Anak Indonesia

By  | 

Dari 10.000 anak Indonesia, hanya ada 1 anak yang gemar membaca – Data ini dihimpun oleh UNESCO dan dipublikasikan pada tahun 2012. Dalam sebuah kesempatan, para pendidik & aktivis literasi Najeela Shihab, Nila Tanzil & Joel. E Bacha mengungkapkan pendapatnya.

Pengumuman dukungan Google.org untuk meningkatkan kemampuan membaca 200.000 anak sekolah di Indonesia, Joel Bacha, Director of Strategic Expansion Room to Read; Prof. Dr. R. Agus Sartono, Deputi Menko PMK; Najeela Shihab, Founder Inibudi.org; Nila Tanzil, Founder Taman Bacaan Pelangi; Shinto Nugroho, Head of Public Policy, Google Indonesia; Hannah, Google.org pada hari (14/12) di Jakarta

Pengumuman dukungan Google.org untuk meningkatkan kemampuan membaca 200.000 anak sekolah di Indonesia, Joel Bacha, Director of Strategic Expansion Room to Read; Prof. Dr. R. Agus Sartono, Deputi Menko PMK; Najeela Shihab, Founder Inibudi.org; Nila Tanzil, Founder Taman Bacaan Pelangi; Shinto Nugroho, Head of Public Policy, Google Indonesia; Hannah, Google.org pada hari (14/12) di Jakarta

“Bagaimana angka literasi bisa ditingkatkan kalau akses terhadap bukunya saja tidak ada?”, ujar Nila Tanzil, pendiri Taman Bacaan Pelangi dalam sesi presentasi pada momen pemberian hibah Google.org kepada yayasan yang ia dirikan sejak tahun 2009 lalu & 2 yayasan lain yaitu Inibudi.org & Room to Read pada hari Kamis (14/12/2017) bertempat di Jakarta Pusat.

Menurutnya, minat baca anak – anak dapat dilatih sejak usia dini, “Bahkan saya mengajak Sienna mulai membaca sejak ia berada dalam kandungan. Lalu setelah lahir segera saya kenalkan dengan soft book yang simple dan menarik. Sekarang saat berusia 3 tahun ia sangat menggemari membaca, meminta saya untuk terus membacakan buku. Yang perlu kita lakukan adalah mengenalkan anak – anak dengan konsep membaca yang menyenangkan; lalu mulai sedini mungkin.” (Baca juga: Smart Mama Story: Membangun Kebiasaan Membaca Ala NIla Tanzil).

Najeela Shihab

Najeela Shihab

Najeela Shihab, pendiri Sekolah Cikal & inisiator Inibudi.org mengungkapkan bahwa saat ini kondisi pendidikan Indonesia tengah berada di titik darurat, “Kita harus melakukan percepatan perbaikan kalau tidak ingin ketinggalan. Atas dasar inilah kami membangun paradigma “Semua murid, semua guru”, bahwa pendidikan anak bukanlah satu – satunya tanggung jawab pihak sekolah; kita semua adalah guru bagi anak – anak Indonesia.”

Berikut poin penting tentang aktivitas membaca  untuk anak – anak dari Najeela Shihab:

1. Menumbuhkan minat membaca pada anak – anak harus sudah dimulai sejak usia dini, dengan orangtua yang juga suka membaca. Karena mereka adalah peniru ulung, maka sudah menjadi kewajban orang tua untuk memberikan contoh kebiasaan yang baik. Buat membaca menjadi aktivitas rutin.

2. “Saya ingin mengatakan bahwa membaca itu adalah alat untuk membantu kita berpikir lebih kritis & berperilaku yang baik,” ungkapnya. Anak – anak perlu dirangsang proses berpikirnya sehingga ia dan Anda dapat aktif berdiskusi tentang sesuatu.

And the princess lived happily ever after

Melalui aktivitas bersama, bantuan dari Google.org ini nantinya akan digunakan untuk membangun platform digital yang mempermudah akses ke cerita anak dalam bahasa Indonesia sehingga membantu menumbuhkan minat membaca anak-anak. “Dengan makin banyaknya cerita anak yang tersedia dalam bahasa Indonesia, kami berharap anak-anak akan lebih berminat untuk membaca. Kemampuan membaca yang bagus sangatlah penting bagi masa depan negara mana pun,” tutup Shinto Nugroho, Head of Public Policy, Google Indonesia.

Nah, bagaimana dengan Anda, punya cara tersendiri mengajarkan kebiasaan membaca untuk Si Kecil? Share di kolom komentar, ya! (Nathalie Indry/KR/Photo: dok. Google.org, Istockphoto.com)

Shares