Relationship

Mengapa Pernikahan Jarak Jauh Ternyata Menyenangkan?

By  | 

Tentu saja tidak ada pasangan yang mengharapkan pernikahan jarak jauh, kalaupun Anda berdua memutuskan menjalaninya pasti karena ada alasan penting dibaliknya. Dan sudah pasti Anda dan suami harus menentukan batas waktu maksimal untuk tidak berjumpa secara nyata. Namun ternyata jika dijalani, hubungan jarak jauh tidak terlalu buruk kok Mams. Mengapa demikian? Yuk simak!

  • Tidak bosan. Jika pasangan lain kerap merasa jenuh dengan pasangan mereka, Anda justru merasakan sebaliknya. Bukannya bosan Anda jutru kerap merasa rindu pada pasangan. Selain itu, jarak yang memisahkan, membuat Anda berdua selalu menemukan hal baru pada diri masing-masing. Menarik kan, seperti masa pacaran dulu.
  • Lebih romantis. Karena jarang bertemu, biasanya pasangan akan menenukan cara agar keromantisan satu sama lain tidak hilang. Saat akan bertemu Anda berdua pasti sudah bersiap memberikan kejutan pada pasangan masing-masing. Pasangan jarak jauh juga kerap merencanakan hal romantis seperti makan malam dengan suasana hangat atau melakukan short getaway yang super romantis dan penuh cinta.
  • Memiliki privasi. Tak dapat dimungkiri, setiap individu butuh privasi, berjauhan membuat privasi Anda berdua tetap terjaga. Anda memiliki ‘me time’ untuk diri sendiri, juga hang out bersama teman-teman. Tapi ingat Mams, komunikasi harus tetap terjaga lho, jangan sampai Anda berdua tak mengetahui keberadaan masing-masing. Jangan lupa selalu pamit padanya ke manapun Anda pergi, demikian juga sebaliknya.
  • Great sex. Yes Mamas, long distance relationship membuat Anda lebih kreatif dalam persoalan bercinta. Anda dan pasangan akan mencoba berbagai cara mulai dari sexting, phone sex, hingga cyber sex yang super steamy. Dan saat bertemu, sudah pasti gairah Anda berdua akan menggebu-gebu untuk memuaskan satu sama lain.

Smart Mama Story

“Awalnya saya merasa sangat sedih harus menjalani pernikahan jarak jauh karena suami mengambil beasiswa di luar negeri dan tidak memungkinkan bagi saya meninggalkan pekerjaan. Namun setelah dijalani, ternyata seru juga ya, kami kerap berkirim pesan romantis setiap hari yang bahkan saat pacaran dulu kami tidak seromantis ini. Selain itu, rencana pertemuan juga kerap membuat semangat kami berdua kian menggebu. Dan yang pasti kami rutin cyber sex dan ternyata sangat menggairahkan!”
Tessa, 27 tahun

“Ketika ada tawaran pindah ke luar negeri dengan kompensasi  cukup menggiurkan plus hidup di negara impian, saya dan suami memang sempat menghadapi dilema, pasalnya tawaran tersebut sangat menarik namun di sisi lain bisnis suami juga tidak dapat ditinggalkan. Untungnya saya hanya pindah ke negara tetangga, akhirnya setelah berdiskusi kami memutuskan menerima tawaran tersebut dengan perjanjian harus bertemu minimal dua bulan sekali. Hingga kini setelah hampir tiga tahun kami long distance, semuanya berjalan relatif mulus, tentu saja ada saatnya saya sangat membutuhkan suami saat harus melakukan hal kecil namun sulit seperti membuka kaleng makanan atau membuang sampah haha. Tetapi sisi positifnya saya dan suami malah jarang bertengkar dan lebih sering melakukan hal romantis.”
Saskia, 35 tahun, mama dari Kiara, 6 tahun. (Karmenita Ridwan/LD/Photo: istockphoto.com)

Shares