Health

Periksa Apakah Tubuh Anda Bugar?

By  | 

Hi Mams! Ternyata, sehat tidak hanya didefinisikan dari kondisi tubuh yang tidak sakit. Lebih dari itu, ‘bugar’ mendefinisikan kondisi tubuh yang prima, satu tingkat diatas sehat. Yuk, periksa kondisi kesehatan Anda!

dr. Sophia Hage, SpKO, dokter spesialis olahraga saat ditemui di Jeda Wellnest, Jakarta pusat menyampaikan, “Periksa apakah Anda pernah merasakan beberapa contoh kondisi tidak normal pada tubuh berikut ini: Nyeri dada saat beraktivitas fisik, kehilangan keseimbangan karena pusing, atau pernah mempunyai masalah pada tulang/persendian saat melakukan aktivitas fisik? Jika iya, tanda ini menunjukkan bahwa tubuh Anda tidaklah prima.”

Young fitness female runner legs ready for run on forest trail

Kekuatan & kelenturan otot, fleksibiltas tubuh & Body Mass Index yang seimbang turut membentuk kondisi tubuh yang bugar. Contohnya, saat berolahraga, nafas tidak ngos – ngosan, dan kekuatan otot terjaga prima dalam jangka waktu tertentu.

Lalu, apa yang harus dilakukan? 

dr. Sophia & tim founder Jeda Wellnest, Lisa Samadikun, Certified yoga trainer & Max Manias, Plant based nutrition certified & Co founder/Chef Burgreens mengungkapkan bahwa kondisi tubuh yang sehat mencakup jiwa, tubuh, dan pikiran. Selain olahraga & kondisi batin yang damai, asupan nutrisi merupakan faktor penting yang harus diperhatikan.

Max Manias menjelaskan tentang aspen nutrisi yang baik bagi tubuh.

Max Manias menjelaskan tentang aspen nutrisi yang baik bagi tubuh.

Menurut data Riskesdas 2018, 95.5% masyarakat Indonesia kurang mengonsumsi buah & sayur. Max menyarankan mamas menerapkan konsep makan Eating Clean (Baca juga: Mengenal Pola Makan Sehat Eating Clean): Konsumsi banyak sayur & buah, non dairy food karena kalsium susu sapi sulit dicerna dalam tubuh, batasi konsumsi daging yang memicu risiko diabetes & penyakit kronis lain.

Makanan sehat yang dimaksud mencakup whole foods (buah, sayur, bidi – bijian, bumbu dapur), makanan dengan olahan sendiri tanpa melalui proses pabrik/makanan kemasan, dan mengandung zat aditif.

Lisa Samadikun menambahkan, “Usahakan melakukan gerakan ringan setiap satu jam sekali, khususnya bagi Anda para pekerja yang terbiasa duduk di kubikel kerja. Aktivitas seperti bangkit dari kursi dan duduk kembali dengan menarik & melepas nafas adalah salah satu contoh mudah.” (Nathalie Indry/KR/Photo: dok. Jeda Wellnest, Istockphoto.com) 

Shares