Career

Smart Mama Story: Angkie Yudistia

By  | 

Kehilangan pendengaran sejak usia remaja, Angkie Yudistia, mama dari Kayla Almahyra (3) & Aleea Kinandari (3 mos) tumbuh menjadi perempuan tangguh yang berkontribusi positif bagi kaum disabilitas di Indonesia. Kini, Ia dikenal sebagai mamapreneur – CEO Thisable Enterprise, perusahaan yang bergerak di bidang human resources associate. Simak obrolan kami dengan Angkie, yuk!

Angkie Yudistia & Thisable Enterprise

Angkie Yudistia & Pemberdayaan Thisable Enterprise

Cerita sedikit soal Thisable Enterprise, dong..

Thisable adalah sebenernya wadahku untuk memberdaya diri & menuangkan ide-ide kreatif yang tidak disangka semakin berkembang hingga saat ini mencapai jumlah 1000 team Thisable (tunadaksa, tunanetra, tunarungu/tuli). Dari yayasan lalu melebar ke perusahaan profesional, sebagai wadah disabilitas agar mandiri secara ekonomi melalui berbagai program seperti Learning Centre/ Employment Service bagi perusahaan – perusahaan yang membutuhkan. Sungguh aku menyukai apa yang aku kerjakan, dengan tujuan setiap disabilitas memiliki hak untuk berdaya dengan kemampuannya masing-masing.

Apa yang sudah bisa anak – anak pelajari tentang mamanya yang seorang womanpreneur?
Kakak Kayla pernah tanya, kalo mamih meeting memangnya dapat duit? Kok bisa? Gimana caranya? Hehehe… Jadi sudah banyak pertanyaan darinya di usia 3 tahun ini, rasa ingin tahunya sangat besar. Yang terpenting, Kayla tahu bahwa mamanya kerja karena memang mama suka, dan terkadang membawa Kinder Joy kesukaan kakak sebagai reward, bahwa kakak telah pengertian jaga adiknya selama mamih kerja.
Angie & her kids

Angkie & her kids

How does motherhood changes you?
Sebelum jadi Mama, aku sibuk menciptakan jati diri. Terbelenggu dengan urusan diri dengan banyak aktifitas, kuliah hingga S2, mengikuti program International dari Thailand hingga Eropa.
Tapi ketika melahirkan 2 anak, yang mengubah aku adalah rasa cinta, tidak pernah rasanya aku secinta dan sesayang ini, mendampingi perkembangan anak-anak itu hal ajaib yang pernah aku rasakan dalam hidup. Sungguh Allah maha baik, mempercayakan aku sebagai mama berkebutuhan khusus untuk memiliki anak.
Sebagai seorang mama, pernahkah mendapat shaming/bully tentang keterbatasan diri, dan bagaimana cara menghadapinya?
Alhamdulilah tidak, ya. Banyak yang mendukung, sejak aku hamil, melahirkan, hingga membesarkan anak-anak. Support system yang aku punya pun selalu berusaha membantu aku dalam hal apapun. Setiap kritik diterima saja 🙂
Angkie menerima Penghargaan Anugerah Komunikasi Indonesia atas kontribusinya melalui Thisable Enterprise.

Angkie menerima Penghargaan Anugerah Komunikasi Indonesia atas kontribusinya melalui Thisable Enterprise.

Nilai – nilai apa yang ingin diajarkan kepada anak – anak terkait melampaui keterbatasan  diri?
Aku ingin mereka percaya akan diri dan keputusan yang dibuat. Aku selalu mengajarkan anakku untuk selalu tersenyum setiap hari, dan tidak lupa untuk mengatakan maaf, tolong, dan terima kasih.  Hebatnya akhir-akhir ini, kakak Kayla mendapatkan Character of the Week dari sekolahnya yakni Independent Student. Kakak Kayla tahu bahwa mamanya kerja dan memiliki bayi, jadi sepengertian ini bentuk sayangnya 🙂
Untuk selalu adil pada keduanya, bagaimana caranya?
Aku masih perlu belajar banyak hal tentang parenting. Untuk bersikap adil, karena Aleea masih bayi, awalnya aku tahu kakaknya cari perhatian dengan tantrum. Suatu hari aku ajak kakak ngobrol, agar kakak bisa mengungkapkan apa yang dirasakan dan mendapatkan pelukan yang sangat hangat karena sudah jujur. Lalu akhirnya setelah itu setiap aku menyusui, kakak berada di dekatku supaya bisa saling berpelukan bertiga 🙂 (Nathalie Indry/KR/ Photo: dok. Angkie Yudistia)

Shares