Health

Minuman yang Baik dan Buruk Bagi Anak

By  | 

Berikut ini adalah daftar pilihan minuman bagi Si Kecil berusia 1 tahun ke atas. Ketahui lebih jauh mana saja yang paling sehat, harus dibatasi, atau dihindari. Pahami juga alasannya, dan cerdaslah memilih asupan bagi Si Kecil ya, Mams!

1. Jus buah. Jus bisa jadi alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan buah setiap hari, walau begitu buah potong tetaplah pilihan yang lebih baik. Buah yang disajikan dalam bentuk jus cenderung telah kehilangan serat dan mengandung lebih banyak gula daripada buah utuh. American Academy of Pediatrics merekomendasikan Anda untuk membatasi jumlah jus yang dikonsumsi anak.

2. Jus tomat dan sayur. Anda bisa menggantikan kebutuhan sayuran Si kecil dalam bentuk jus tomat atau sayur. Namun karena dikhawatirkan jus sayuran mengandung lebih dari setengah natrium (garam) yang dianjurkan bagi anak, maka sebaiknya mamas memilih sayuran yang rendah natrium untuk dibuat jus.

3. Air putih. Memberi Si Kecil air mineral saat ia haus adalah pilihan yang paling tepat, Mams. Selain menghidrasi, air mineral juga dapat membantu mengatur suhu tubuh, mencegah konstipasi, serta infeksi saluran kemih. Hal ini karena air mineral tak mengandung kalori atau gula tambahan. Bahkan, air mineral bisa menjadi sumber luoride yang baik, yang penting untuk kesehatan gigi.

4. Minuman berperisa. Biasanya, minuman berperisa mengandung tambahan gula dan pemanis buatan yang tak dibutuhkan Si Kecil. Selain itu, minuman berperisa ditakutkan juga mengandung zat aditif seperti kafein atau herbal yang bisa berbahaya bagi tubuh anak. Selain tak dibutuhkan dan harganya mahal, daripada membeli minuman berperisa dalam kemasan, Mamas bisa dengan mudah membuat sendiri. Cukup haluskan buah segar dan tambahkan sedikit air. Namun jika Anda terpaksa memberi Si Kecil minuman berperisa ini, maka pilihlah jus buah 100% dan tidak mengandung gula tambahan.

 

Child drinking milk

 

5. Susu sapi. Susu sapi merupakan sumber kalsium, vitamin D, protein, dan beragam nutrisi terbaik lainnya yang penting untuk pertumbuhan Si Kecil. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), umumnya anak membutuhkan kalsium dan vitamin D yang dapat dipenuhi dengan mengonsumsi susu sapi sebanyak 16 sampai 20 ons setiap hari. Beri Si 1 tahun susu murni, atau susu rendah lemak bagi anak-anak berusia 2 tahun atau lebih tua. Jangan memberi mereka lebih dari 3 cangkir susu setiap harinya ya mams, karena ia akan kekenyangan dan tak mau mengonsumsi makanan sehat lainnya yang juga dibutuhkan oleh tubuhnya.

6. Susu bebas laktosa atau susu rendah laktosa. Jenis susu ini diperuntukkan bagi anak-anak yang intoleran laktosa. Mereka mengandung nutrisi yang sama dengan susu sapi biasa, namun rasanya agak sedikit lebih manis.

7. ASI. Walau bagaimanapun, ASI masih menjadi sumber kalori dan nutrisi terbaik bagi Si Kecil, dan tentunya proses menyusui bisa jadi mempererat bonding antara Anda dan Si Kecil.

8. Produk olahan susu: minuman yogurt, kefir, acidophilus. Sebagian besar produk ini memiliki nutrisi yang sama seperti susu, namun beberapa diantaranya tidak diperkaya dengan vitamin D, dan sebagian lainnya dibuat dengan kultur bakteri hidup yang dapat membantu pencernaan dan melindungi tubuh dari bakteri usus yang berbahaya. Walau begitu, 1 porsi minuman ini belum tentu dapat menghalau bakteri dalam tubuhnya. Dan ingat, varietas rasa pada minuman ini mengandung tambahan gula.

9. Susu kedelai. Walau mengandung nutrisi yang lebih rendah, namun susu kedelai merupakan alternatif lain yang bisa dipilih selain susu sapi. Jika anak mengonsumsi susu kedelai sebagai pengganti susu sapi, dokter mungkin merekomendasikan suplemen vitamin untuk melengkapi kekurangan nutrisi yang dibutuhkan tubuhnya. Saat memilih susu kedelai, mamas juga bisa memilih susu kedelai yang diperkaya dengan kalsium dan vitamin A, D, dan B12. Dapatkan versi whole-fat untuk anak-anak di bawah 2 tahun. Susu kedelai tidak mengandung lemak jenuh atau kolesterol dan dapat diperkaya dengan lemak omega-3.

10. Rice milk. Yup mamas, rice milk memang susu yang terbuat dari beras, tepatnya brown rice. Namun karena mengandung lebih sedikit nutrisi dan protein dibanding susu sapi, maka rice milk ini bukanlah pengganti yang tepat. Untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya, pilihlah rice milk yang diperkaya dengan kalsium dan vitamin A, D, dan B12. Berikan versi whole-fat untuk anak-anak di bawah 2 tahun.

Note: Para ahli di Consumer Reports baru-baru ini menemukan tingkat arsenik yang mencemari rice milk dan produk beras lainnya. Karena itu, mereka merekomendasikan agar anak-anak di bawah usia 5 tahun tidak minum susu ini setiap hari.

11. Susu almond. Lagi-lagi, susu almond juga belum bisa menggantikan nutrisi yang terkandung di dalam susu sapi. Namun bila Si Kecil menyukainya, maka mamas dapat memilih susu almond yang telah diperkaya dengan kalsium dan vitamin A, D, dan B12. Beri Si 2 tahun susu almond yang whole-fat tanpa tamnbahan rasa yang mengandung tambahan gula.

12. Coconut milk beverage. Minuman susu dari buah kelapa juga mengandung lebih sedikit nutrisi dan protein dibanding susu sapi, jadi ini juga bukan pengganti yang bagus kecuali telah diperkaya dengan kalsium dan vitamin A, D, dan B12. Beberapa varietas susu ini mengandung sedikit lebih banyak lemak jenuh daripada susu sapi rendah lemak.

13. Homemade lemonade/limeade. Jika Anda membuat sendiri minuman ini dari buah asli, limun dan limeade bisa menjadi sumber vitamin C yang baik untuk Si Kecil. Namun tetap perhatikan kandungan gula yang Anda tambahkan didalamnya ya, mams.

14. Minuman soda. Soda tidak memiliki nilai gizi. Sebagian besar produk minuman ini bahkan mengandung pewarna atau rasa buatan. Mereka juga mengandung gula atau pemanis buatan. Alternatif yang lebih baik adalah membuat “juice soda” sendiri dengan air soda dan jus buah 100 persen, tapi batasi pemberian minuman ini sampai 6 ons saja sehari.

 

Little cute and sweet girl with tea

 

15. Teh hijau atau teh hitam. Teh biasa baik teh hijau atau hitam, mengandung antioksidan yang bermanfaat. Namun tetap saja teh juga mengandung kafein. Mungkin tak akan jadi masalah bila Anda menyajikan teh sebanyak 1/4 cangkir (2 ons) untuknya jika tidak mengandung kafein atau diseduh terlalu kental. Anda bisa mencampurnya dengan susu untuk menambah nilai gizinya.

16. Teh herbal. Teh herbal tidak memiliki nilai gizi. Meskipun beberapa teh herbal mungkin aman untuk dikonsumsi anak, namun sebagian lainnya berpotensi menimbulkan efek yang tidak diinginkan dan bahkan beberapa diantaranya beracun.

17. Minuman manis (“minuman jus” yang bukan 100% jus, minuman olahraga, teh manis, teh diet). Sebagian besar produk ini tidak memiliki nilai gizi. Mereka mengandung pemanis buatan atau tambahan gula tanpa kalori sedikitpun. Minuman ini biasanya juga mengandung pewarna atau rasa buatan. Dan pada minuman olahraga, cenderung mengandung sodium ekstra, yang tidak dibutuhkan anak-anak.

18. Minuman energi. Produk ini juga tidak memiliki nilai gizi. Sebagian besar minuman energi mengandung sejumlah besar kafein serta gula atau pemanis buatan. Beberapa lainnya mengandung bahan-bahan yang mungkin tidak aman untuk anak-anak. (Tammy Febriani/KR/Photo: iStockphoto.com)

Shares