Pleasure

Me-Trip? It’s a Must, Mams!

By  | 

Bayangkan: Packing only for one, di pesawat/kereta/mobil sendirian, bebas bertemu kawan Anda tanpa perlu mengkhawatirkan kegiatan Si Kecil. Exciting isn’t it? Yap, Mamas juga butuh liburan, dan ini liburan sesungguhnya tanpa diekori pasukan kecil Anda. Jangan pikir me-trip ini remeh loh, Mams. Selain Anda, bahkan Si Kecil dan pasangan Anda pun ikut mendapat manfaatnya:

1. Re-connect with Yourself
Happy wife, happy life. Inilah saatnya Anda kembali mengenal diri sendiri. Apa yang Anda suka? Apa yang Anda ingin lakukan? Kemana Anda ingin pergi? Oh the possibility! It’s liberating to think only about yourself once in a while. Pssst, belum lupa caranya, kan?

2. Re-connect with Your Friends
Percayalah, beda rasanya semeja dengan teman tanpa diikuti anak-anak. Dengan waktu dan perhatian yang 100% ditujukan kepada teman bicara, sesi curhat menjadi lebih dalam.

IMG_0527

3. Role Model

Memberi contoh kepada anak-anak bahwa Anda sebagai Mamas dan perempuan bisa dan perlu untuk traveling sendiri. Bahwa traveling itu penting, dan daddy bisa juga kok mengurus rumah tanpa Mamas (Ehem… sesekali!)

4. Bonding Si Kecil dengan Ayah/Anggota Keluarga Lain
Ini adalah kesempatan sempurna untuk pasangan Anda atau siapa pun anggota keluarga yang bertugas menggantikan Anda selama Anda ‘cuti’ untuk bonding lebih baik lagi dengan Si Kecil.

5. Mempermanis Hubungan
Yes Mams, me-trip sangat berpotensi untuk mempermanis hubungan antara Anda dengan partner maupun Anda dengan Si Kecil. Karena di akhir me-time, mereka pasti akan merindukan kehadiran Anda kembali di keluarga!

Nah, jika Si Kecil sudah lebih mandiri untuk lepas sesaat dari Mamas; jika ada anggota keluarga lain yang bisa dipercaya dan bersedia menggantikan Anda (atau mungkin pasangan Anda bisa ambil cuti?), jika ada kesempatan dan dana, tunggu apalagi? Segeralah menyusun rencana and pack that bag. Because you deserve it, Mams!​

Ini dia oleh-oleh dari me-trip saya ke Tanah Air beberapa saat lalu:

IMG_0529

Lampung
Wisata ke Lampung dipelopori oleh ajakan seorang sahabat lama yang bersedia menampung saya di rumahnya. Ini pertama kali saya pergi ke Lampung, and I love it! Selain mengobrol sampai malam, kami berdua puas cicipi beberapa kuliner Lampung yang (ternyata!) panjang daftarnya (dua dus besar Pempek dan kerupuk saya boyong ke Jakarta!), serta main ke Pantai Sari Ringgung yang cantik dengan pasir putih dan air turquoise jernih.
Yogyakarta
Di trip ini saya menculik Ibu. Kami menginap di daerah Malioboro sehingga cukup dengan 2 menit berjalan kaki saja kami sampai di daerah wisata. Tiga hari dua malam kami wisata kuliner Yogya, nyekar makam keluarga, mengunjungi pertanian jamur, melihat pembuatan bakpia pathok, belanja batik, menjumpai sahabat-sahabat, serta menyusuri Malioboro nyaris tengah malam dengan becak. Seru!

IMG_0530

Jakarta
Kunjungan ke Jakarta sarat dengan sesi mengobrol dengan sahabat dan keluarga. Namun salah satu highlight kunjungan ini adalah ketika slah satu sahabat mengajak saya berwisata ke Kota Tua di Jakarta Barat. Ceritanya kenalan lagi dengan kota kelahiran saya ini sebelum namanya berubah menjadi Jakarta. Kami masuk ke Museum Mandiri, Museum Fatahillah, dan Museum Seni Rupa dan Keramik sebelum akhirnya menutup hari dengan mengadem di Kafe Batavia lalu pulang. (Karmenita Ridwan/Photo: Nien Addison)

Shares