Health

7 Tip Menjaga Berat Badan Saat Liburan Natal

By  | 

Hari Natal segera tiba dan disusul dengan liburan akhir tahun. Apakah Anda dan keluarga sudah bersiap merayakannya dengan sukacita? Memang, Natal dan liburan identik dengan kumpul keluarga, tukar kado, dan makan-makan enak. Segala jenis menu andalan yang hanya muncul setahun sekali misalnya, membuat Anda kerap ‘kalap’ dan lupa membatasi asupan kalori yang masuk ke tubuh. Nah, terapkan tip dari Colin Christopher, a clinical hypnotherapist certified by the American Council of Hypnotist Examiners, and author of Success Through Manipulation yuk, agar Mamas tetap stick pada diet sepanjang liburan Natal ini.

1. Tetap makan teratur. Banyak orang mengira dengan tidak sarapan atau makan pagi, maka ‘jatah’ makan siang dan makan malamnya bisa lebih banyak dari biasanya. Padahal melewatkan sarapan justru akan membuat Anda sangat lapar sehingga ketika makan siang Anda jadi ‘semena-mena’ hingga lupa sudah berapa banyak makanan berat yang masuk ke perut Anda.

2. Buat rencana. Smart Mama mengerti, ketika Natal ataupun masa liburan, Anda seperti ingin ‘libur diet’ juga. Tapi, jangan salah Mamas, ‘libur diet’ 2-3 hari pun bisa membuat berat badan Anda melonjak hingga 3 kg atau lebih lho. Oleh karena itu, segera buat rencana sederhana mengenai pola makan Anda. Misalnya tetap mengonsumsi banyak buah dan sayur, serta perbanyak minum air putih daripada sirup atau soda. Bila Anda ingin makan kue kering atau cake cokelat, sebaiknya cicipi beberapa buah atau sepotong kecil saja.

3. Jangan bandingkan diri Anda dengan orang lain. Setiap orang memiliki metabolisme yang berbeda-beda. Ada yang meskipun makan nasi beserta lauk pauknya hingga dua piring pun tidak akan membuatnya lantas gemuk. Tapi ada pula yang bobotnya bisa naik dengan cepat lho bila tidak hati-hati menjaga asupan makannya. Nah, cari tahu juga bagaimana metabolisme diri Anda ya. Jika Anda tergolong ‘yang mudah gemuk’, langsung rem keinginan makan banyak itu lho.

4. Berani bilang tidak. Ketika berkunjung ke rumah kerabat, Anda pasti akan mendapat banyak suguhan makan lezat yang berkadar lemak tinggi. Nah, memang rasanya sulit menolak terutama jika Anda mengunjungi rumah tante atau nenek yang usianya lebih tua dari Anda. Tapi cobalah untuk berani berkata tidak ya ketika Anda diminta untuk mencicipi menu tuan rumah. Bukan berarti Anda sama sekali jadi tidak makan di rumah itu sih. Anda kan bisa pilih menu lain yang kadar lemaknya lebih rendah. Misalnya daripada makan sup brenebon, lebih baik Anda makan cap cay saja.

5. Biarkan pakaian Anda menjadi ‘pengingat’. Tip satu ini juga layak Anda coba, Mamas. Terkadang, saat liburan kita sengaja memakai baju yang longgar untuk menutupi perut yang kekenyangan. Nah, coba ubah deh gaya berpakaian ini. Tetaplah memakai busana yang pas di tubuh Anda sehingga ketika Anda sudah merasa kenyang, maka bentuk tubuh Anda akan terlihat jelas. Biarkan pakaian ini menjadi ‘alarm’ untuk Anda ya, Mamas.

6. Jangan jadikan traveling sebagai alasan. Liburan Natal juga identik dengan traveling ya. Dan biasanya banyak orang yang ‘aji mumpung’ saat traveling sehingga seringkali mengonsumsi kalori lebih banyak dari jatah harian rata-rata yang ‘hanya’ sebesar 1800-2000 kalori. Jika Anda tak ingin pulang liburan, badan Anda membengkak, tak ada salahnya Anda membawa ‘bekal’ masakan rumah sebelum bepergian. Atau jika tergoda dessert, Anda masih tetap boleh makan kok, Mamas, tapi jangan setiap hari ya.

7. Berolahraga tidak berarti menjadikan Anda bebas makan. Hal satu ini juga sering membuat orang salah kaprah nih, Mamas. Anda berpikir jika sudah banyak berjalan kaki atau jogging, maka Anda boleh makan apa saja sesuka hati Anda. Pemikiran ini tak benar, lho. Olahraga memang dianjurkan untuk menjaga kesehatan Anda, tapi bukan berarti membuat Anda jadi tak peduli pada kandungan makanan Anda ya.

Bagaimana, Mamas? Tidak terlalu sulit bukan? Yuk, praktikkan tujuh tip ini dan selamat menikmati kebahagiaan liburan! (Lenny Delima/Photo: Istockphoto.com)

Shares